Wednesday, November 5, 2008

Pupuk Kimia Ancam Melon

Petani melon di Ponorogo dilanda keresahan.Mereka kini dihantui penyakit layu (fusarium) dan serangan ulat.Penyebabnya, diduga, pemeliharaan yang asal asalan dan hanya mengumbar pupuk kimia.Jika benar, tidak tertutup kemungkinan, mereka akan mengalami kegagalan hingga 50 % lebih. Padahal, komoditas buah melon asal Ponorogo sudah menembus pasar Jakarta dan menjadi produk unggulan.Petani pun masih dipusingkan dengan upaya agar tanaman melon bisa tumbuh tanpa ketergantungan pada pupuk kimiawi."Kalau kita tetap menggunakan pola seperti dulu, terutama penggunaan pestisida berlebihan, tidak hanya hasil yang akan rusak.Tapi lingkungan (tanah) juga akan tercemar kelak" ucap Toni, salah seorang petani melon di wilayah Sawoo. Kasubdin Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Ponorogo Supriyanto meminta penggunaan pestisida kimia segera ditinggalkan.Jika dilakukan terus menerus, menurut dia, pestisida kimia akan merusak kesuburan tanah.

Mobil Bahan Bakar Udara

Tak lama lagi masalah keterbatasan energi, polusi, dan harga BBM yang terus melejit bakal teratasi.Sebuah perusahaan otomotif Amerika bakal memproduksi mobil yang sangat ramah lingkungan karena menggunakan bahan bakar udara.Mobil buatan Zero Pollution Motors (ZPM) itu memang bukan untuk ngebut, namun bisa menjadi salah satu solusi untuk problem pemanasan global. Mobil yang dihargai sekitar 20.000 dolar AS (Rp 220 juta) itu hanya menggunakan udara yang dipadatkan, beberapa tetes minyak salad, alkohol dan setetes bensin. Ternyata tidak diperlukan ilmuwan khusus seperti pakar roket untuk membuat mobil yang disebut compressed air car atau CAV ini. Sebab, teknologi yang digunakannya sebetulnya cukup berumur, yakni menggunakan udara padat untuk menggerakkan mesin. Mobil ini bisa melaju dengan kecepatan 56 hingga 96 km per jam untuk satu tangki udara padat. Menurut produsennya,80 persen pengguna mobil ini mengaku menggunakannya untuk berangkat dan pulang kerja atau melakukan pekerjaan rumah sehari-hari. Di jalan bebas hambatan atau tol, CAV bisa menempuh jarak 1.287 km, dengan sebuah mesin penggerak yang mampu memadatkan udara dari luar untuk menjaga agar tangki bahan bakar terus terisi penuh.Hebatnya lagi, mobil ini sangat fleksibel. Tidak pilih-pilih bahan bakar. Pengguna bisa mengisi tangkinya dengan bensin,solar, atau biodisel, ethanol, bahkan minyak goreng. Tangki udara juga bisa diisi kembali jika tidak sedang digunakan. Caranya dengan menghubungkannya dengan stop kontak untuk recharge dengan listrik sembari mesin memadatkan udara. Sayangnya ZPM belum terlalu siap untuk meningkatkan produksi CAV atau membangun banyak ruang pamer yang bisa dikunjungi calon pembeli setiap saat. Untuk saat ini ZPM baru akan memproduksi 8.000 unit CAV per tahun mulai tahun 2011, dan langsung dijual ke konsumen. Namun ZPM siap membangun pabrik-pabrik di hampir setiap negara bagian di AS. Kehadiran CAV ini dipandang tepat waktu karena dua hal. Pertama dalam beberapa tahun mendatang pemerintah AS akan menerapkan batasan emisi/gas buang karbondioksida yang lebih ketat.Ini memaksa produsen otomotif untuk memproduksi mobil yang sangat ramah lingkungan. Sampai saat ini mobil bertenaga listrik hybrid memang berhasil mengurangi gas buang. Namun harganya cukup mahal, sekitar 40.000 dolar AS (Rp 440 juta). Selain itu dibutuhkan dukungan infrastruktur yang lebih kuat, salah satunya stasiun pengisian ulang. Yang kedua adalah tingginya harga bahan bakar minyak. Tetapi CAV masih menghadapi tantangan besar. Yakni apakah dengan bentuknya yang mungil ia akan berhasil lolos dalam uji ketahanan benturan. Tapi, pimpinan ZPM Shiva Vencat tidak khawatir. "Persyaratannya bisa diterapkan dulu pada model (di komputer) sebelum semua dibuat dan disesuaikan untuk memastikan mobil kami lolos tes" ujar Vencat.

Friday, October 31, 2008

Fresh Salad











Baru baru ini Mc Donalds mengkampanyekan bahwa sayuran sayuran yang ada dalam burger mereka disajikan masih dalam keadaan segar (fresh). Sayuran yang segar tentu lebih baik bagi pencernaan dan merupakan sumber serat yang bagus bagi tubuh. Hal ini dikampanyekan oleh Mc Donalds nampaknya untuk menetralisir tentang adanya berita tentang bahaya makanan junkfood bagi kesehatan.
Rupanya, makanan junkfood seperti burger memang beresiko meningkatkan kolesterol dan tekanan darah tinggi.
Untuk itu, upaya kampanye "Fresh Salad" nampaknya ditujukan untuk menetralisir makanan burger dari bahaya makanan junk food.Meskipun Mc Donalds lupa,bahwa nyatanya porsi sepotong burger masih lebih banyak dibandingkan porsi sayurannya. Green

Saturday, October 25, 2008

Janji Obama Untuk Lingkungan

Ditengah maraknya kursi perebutan Calon Presiden AS yang akan dilaksanakan 4 November 2008 ini, ternyata Barack Obama sudah mempersiapkan langkah langkah antisipatif di dalam promosi pencalonan dirinya.Jika terpilih sebagai presiden AS nanti, ia berjanji akan mengedepankan masalah energi dan lingkungan.Ia akan membuat skala prioritas di dalam melakukan perubahan di bidang lingkungan.Obama percaya bahwa dia dapat mengambil langkah langkah untuk membatasi efek pemanasan global di dunia.Dia juga ingin meningkatkan efisiensi standar bahan bakar dan mengurangi pemakaian karbon pada sistem bahan bakar.Dia juga mendorong pabrik pabrik manufaktur untuk membuat kendaraaan yang lebih canggih dan ramah lingkungan.Dia juga mengharuskan pada tahun 2020, 20 % dari sumber listrik diambil dari energi yang dapat diperbaharui (renewable sources).Isu ini datang bersamaan dengan rencana komprehensif mengenai lingkungan yang diusungnya.