Petani melon di Ponorogo dilanda keresahan.Mereka kini dihantui penyakit layu (fusarium) dan serangan ulat.Penyebabnya, diduga, pemeliharaan yang asal asalan dan hanya mengumbar pupuk kimia.Jika benar, tidak tertutup kemungkinan, mereka akan mengalami kegagalan hingga 50 % lebih. Padahal, komoditas buah melon asal Ponorogo sudah menembus pasar Jakarta dan menjadi produk unggulan.Petani pun masih dipusingkan dengan upaya agar tanaman melon bisa tumbuh tanpa ketergantungan pada pupuk kimiawi."Kalau kita tetap menggunakan pola seperti dulu, terutama penggunaan pestisida berlebihan, tidak hanya hasil yang akan rusak.Tapi lingkungan (tanah) juga akan tercemar kelak" ucap Toni, salah seorang petani melon di wilayah Sawoo. Kasubdin Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Ponorogo Supriyanto meminta penggunaan pestisida kimia segera ditinggalkan.Jika dilakukan terus menerus, menurut dia, pestisida kimia akan merusak kesuburan tanah.
Wednesday, November 5, 2008
Pupuk Kimia Ancam Melon
Petani melon di Ponorogo dilanda keresahan.Mereka kini dihantui penyakit layu (fusarium) dan serangan ulat.Penyebabnya, diduga, pemeliharaan yang asal asalan dan hanya mengumbar pupuk kimia.Jika benar, tidak tertutup kemungkinan, mereka akan mengalami kegagalan hingga 50 % lebih. Padahal, komoditas buah melon asal Ponorogo sudah menembus pasar Jakarta dan menjadi produk unggulan.Petani pun masih dipusingkan dengan upaya agar tanaman melon bisa tumbuh tanpa ketergantungan pada pupuk kimiawi."Kalau kita tetap menggunakan pola seperti dulu, terutama penggunaan pestisida berlebihan, tidak hanya hasil yang akan rusak.Tapi lingkungan (tanah) juga akan tercemar kelak" ucap Toni, salah seorang petani melon di wilayah Sawoo. Kasubdin Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Ponorogo Supriyanto meminta penggunaan pestisida kimia segera ditinggalkan.Jika dilakukan terus menerus, menurut dia, pestisida kimia akan merusak kesuburan tanah.
Mobil Bahan Bakar Udara
Tak lama lagi masalah keterbatasan energi, polusi, dan harga BBM yang terus melejit bakal teratasi.Sebuah perusahaan otomotif Amerika bakal memproduksi mobil yang sangat ramah lingkungan karena menggunakan bahan bakar udara.Mobil buatan Zero Pollution Motors (ZPM) itu memang bukan untuk ngebut, namun bisa menjadi salah satu solusi untuk problem pemanasan global. Mobil yang dihargai sekitar 20.000 dolar AS (Rp 220 juta) itu hanya menggunakan udara yang dipadatkan, beberapa tetes minyak salad, alkohol dan setetes bensin. Ternyata tidak diperlukan ilmuwan khusus seperti pakar roket untuk membuat mobil yang disebut compressed air car atau CAV ini. Sebab, teknologi yang digunakannya sebetulnya cukup berumur, yakni menggunakan udara padat untuk menggerakkan mesin. Mobil ini bisa melaju dengan kecepatan 56 hingga 96 km per jam untuk satu tangki udara padat. Menurut produsennya,80 persen pengguna mobil ini mengaku menggunakannya untuk berangkat dan pulang kerja atau melakukan pekerjaan rumah sehari-hari. Di jalan bebas hambatan atau tol, CAV bisa menempuh jarak 1.287 km, dengan sebuah mesin penggerak yang mampu memadatkan udara dari luar untuk menjaga agar tangki bahan bakar terus terisi penuh.Hebatnya lagi, mobil ini sangat fleksibel. Tidak pilih-pilih bahan bakar. Pengguna bisa mengisi tangkinya dengan bensin,solar, atau biodisel, ethanol, bahkan minyak goreng. Tangki udara juga bisa diisi kembali jika tidak sedang digunakan. Caranya dengan menghubungkannya dengan stop kontak untuk recharge dengan listrik sembari mesin memadatkan udara. Sayangnya ZPM belum terlalu siap untuk meningkatkan produksi CAV atau membangun banyak ruang pamer yang bisa dikunjungi calon pembeli setiap saat. Untuk saat ini ZPM baru akan memproduksi 8.000 unit CAV per tahun mulai tahun 2011, dan langsung dijual ke konsumen. Namun ZPM siap membangun pabrik-pabrik di hampir setiap negara bagian di AS. Kehadiran CAV ini dipandang tepat waktu karena dua hal. Pertama dalam beberapa tahun mendatang pemerintah AS akan menerapkan batasan emisi/gas buang karbondioksida yang lebih ketat.Ini memaksa produsen otomotif untuk memproduksi mobil yang sangat ramah lingkungan. Sampai saat ini mobil bertenaga listrik hybrid memang berhasil mengurangi gas buang. Namun harganya cukup mahal, sekitar 40.000 dolar AS (Rp 440 juta). Selain itu dibutuhkan dukungan infrastruktur yang lebih kuat, salah satunya stasiun pengisian ulang. Yang kedua adalah tingginya harga bahan bakar minyak. Tetapi CAV masih menghadapi tantangan besar. Yakni apakah dengan bentuknya yang mungil ia akan berhasil lolos dalam uji ketahanan benturan. Tapi, pimpinan ZPM Shiva Vencat tidak khawatir. "Persyaratannya bisa diterapkan dulu pada model (di komputer) sebelum semua dibuat dan disesuaikan untuk memastikan mobil kami lolos tes" ujar Vencat. Friday, October 31, 2008
Fresh Salad

Baru baru ini Mc Donalds mengkampanyekan bahwa sayuran sayuran yang ada dalam burger mereka disajikan masih dalam keadaan segar (fresh). Sayuran yang segar tentu lebih baik bagi pencernaan dan merupakan sumber serat yang bagus bagi tubuh. Hal ini dikampanyekan oleh Mc Donalds nampaknya untuk menetralisir tentang adanya berita tentang bahaya makanan junkfood bagi kesehatan.
Rupanya, makanan junkfood seperti burger memang beresiko meningkatkan kolesterol dan tekanan darah tinggi.
Untuk itu, upaya kampanye "Fresh Salad" nampaknya ditujukan untuk menetralisir makanan burger dari bahaya makanan junk food.Meskipun Mc Donalds lupa,bahwa nyatanya porsi sepotong burger masih lebih banyak dibandingkan porsi sayurannya.
Saturday, October 25, 2008
Janji Obama Untuk Lingkungan
Ditengah maraknya kursi perebutan Calon Presiden AS yang akan dilaksanakan 4 November 2008 ini, ternyata Barack Obama sudah mempersiapkan langkah langkah antisipatif di dalam promosi pencalonan dirinya.Jika terpilih sebagai presiden AS nanti, ia berjanji akan mengedepankan masalah energi dan lingkungan.Ia akan membuat skala prioritas di dalam melakukan perubahan di bidang lingkungan.Obama percaya bahwa dia dapat mengambil langkah langkah untuk membatasi efek pemanasan global di dunia.Dia juga ingin meningkatkan efisiensi standar bahan bakar dan mengurangi pemakaian karbon pada sistem bahan bakar.Dia juga mendorong pabrik pabrik manufaktur untuk membuat kendaraaan yang lebih canggih dan ramah lingkungan.Dia juga mengharuskan pada tahun 2020, 20 % dari sumber listrik diambil dari energi yang dapat diperbaharui (renewable sources).Isu ini datang bersamaan dengan rencana komprehensif mengenai lingkungan yang diusungnya.
Sambiloto, Penawar Bisa Ular
Nama : Sambiloto (Andrographis paniculata) Perkembangbiakan : Biji atau setek batangTempat tumbuh : Dataran rendah sampai 700 m diatas permukaan laut
Khasiat : Sebagai obat demam, peluruh air seni, untuk sakit perut atau untuk kencing manis.Disamping itu dapat dipakai sebagai obat luar untuk gatal gatal dan penawar bisa ular atau gigitan serangga beracun lainnya.
Tempat asal tumbuhan ini belum diketahui dengan pasti, tetapi diduga berasal dari Asia tropik.Selain di Indonesia, juga banyak terdapat di kawasan India dan Filipina. Daun dan batang tumbuhan ini rasanya sangat pahit karena mengandung senyawa yang disebut andrographolid yang merupakan senyawaan keton diterpena.Senyawaan ini diduga merupakan salah satu zat aktif dari daun sambiloto yang juga banyak mengandung unsur unsur mineral seperti kalium, kalsium dan asam kersik
Kecibeling
Nama : Kecibeling (Hemigraphis alternata)Perkembangbiakan : Stek batang
Tempat tumbuh : Dataran rendah
Khasiat : Daun nya sebagai obat batu ginjal, peluruh seni,disentri dan wasir
Berupa terna merambat.Batang dan daunnya berbulu.Panjang batangnya mencapai 30 sampai 75 cm.Daunnya bundar telur sampai jorong dengan dasarnya berbentuk jantung, warnanya hijau tua pada permukaan atasnya, sedang permukaan bawahnya berwarna kelabu.Daunnya banyak mengandung unsur unsur mineral, terutama kalium.Juga terdapat sedikit natrium, kalsium dan beberapa unsur lainnya.
Orang Utan, Satwa Yang Terancam Punah
Orang utan ditemukan di wilayah hutan hujan tropis Asia Tenggara yaitu di pulau Borneo dan Sumatra di wilayah bagian negara Indonesia dan Malaysia. Mereka biasa tinggal di pepohonan lebat dan membuat sarangnya dari dedaunan. Orangutan dapat hidup pada berbagai tipe hutan, mulai dari hutan dipterokarpus perbukitan dan dataran rendah, daerah aliran sungai, hutan rawa air tawar, rawa gambut, tanah kering di atas rawa bakau dan nipah, sampai ke hutan pegunungan. Di Borneo orangutan dapat ditemukan pada ketinggian 500 m di atas permukaan laut (dpl), sedangkan kerabatnya di Sumatera dilaporkan dapat mencapai hutan pegunungan pada 1.000 m dpl. Orangutan Sumatera (Pongo abelii lesson) merupakan salah satu hewan endemis yang hanya ada di Sumatera. Orangutan di Sumatera hanya menempati bagian utara pulau itu, mulai dari Timang Gajah, Aceh Tengah sampai Sitinjak di Tapanuli Selatan.Keberadaan hewan mamalia ini dilindungi Undang-Undang 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan digolongkan sebagai 'Critically Endangered' oleh IUCN. Di Sumatera, salah satu populasi orangutan terdapat di daerah aliran sungai (DAS) Batang Toru, Sumatera Utara. Populasi orangutan liar di Sumatera diperkirakan sejumlah 7.300. Di DAS Batang Toru 380 ekor dengan kepadatan pupulasi sekitar 0,47 sampai 0,82 ekor per kilometer persegi. Populasi orangutan Sumatera (Pongo abelii lesson) kini diperkirakan 7.500 ekor. Padahal pada era 1990 an, diperkirakan 200.000 ekor. Populasi mereka terdapat di 13 daerah terpisah secara geografis. Kondisi ini menyebabkan kelangsungan hidup mereka semakin terancam punah.Saat ini hampir semua orangutan sumatera hanya ditemukan di Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Aceh, dengan Danau Toba sebagai batas paling selatan sebarannya. Hanya 2 populasi yang relatif kecil berada di sebelah barat daya danau, yaitu Sarulla Timur dan hutan-hutan di Batang Toru Barat. Populasi orangutan terbesar di Sumatera dijumpai di Leuser Barat (2.508 individu) dan Leuser Timur (1.052 individu), serta Rawa Singkil (1.500 individu). Populasi lain yang diperkirakan potensial untuk bertahan dalam jangka panjang (viable) terdapat di Batang Toru,Sumatera Utara, dengan ukuran sekitar 400 individu.
Orangutan di Borneo yang dikategorikan sebagai 'endangered' oleh IUCN terbagi dalam tiga subspesies: Orangutan di Borneo dikelompokkan ke dalam tiga anak jenis, yaitu Pongo pygmaeus pygmaeus yang berada di bagian utara Sungai Kapuas sampai ke timur laut Sarawak; Pongo pygmaeus wurmbii yang ditemukan mulai dari selatan Sungai Kapuas hingga bagian barat Sungai Barito; dan Pongo pygmaeus morio, diperkirakan secara total populasi liarnya di alam hanya 45.000 hingga 69.000. Di Borneo, orangutan dapat ditemukan di Sabah, Sarawak, dan hampir seluruh hutan dataran rendah Kalimantan, kecuali Kalimantan Selatan dan Brunei Darussalam.
Jawer Kotok
Tumbuhan ini berasal dari Asia Tenggara dan di Indonesia cukup dikenal karena sering ditanam sebagai tanaman hias.Jawer kotok termasuk tanaman hias yang menarik karena mempunyai rupa rupa bentuk daun dan macam macam warnanya.Ada yang mempunyai daun yang berwarna hijau seluruhnya, yang lainnya mempunyai macam macam warna campuran hijau-kuning atau hijau-lembayung, sedang yang lainnya lagi berwarna hijau dihiasi dengan garis garis atau totol lembayung.Disamping itu jawer kotok juga dikenal sebagai tumbuhan obat. Tumbuhan ini berupa terna setahun yang tumbuhnya tegak atau merayap.Tingginya dapat mencapai 150 cm.Batangnya berbulu, bentuknya segiempat dengan alur yang agak dalam pada masing masing sisinya.Bentuk daunnya jorong sampai bundar memanjang.Bunganya berwarna ungu atau merah-kuning, tersusun dalam rangkaian malai yang terdapat tergantung pada ujung ujung tangkai. Jawer kotok banyak dijumpai di dataran rendah maupun daerah pegunungan sampai 1300 m di atas permukaan laut.Tumbuhan ini mudah diperbanyak dengan biji atau dengan stek batang Dari tumbuhan ini dapat diperoleh macam macam manfaat untuk pengobatan.Akarnya berguna sebagai obat mencret dan sebagai penawar kejang.Air seduhan daunnya berguna untuk wasir, batu ginjal atau untuk obat cacing.Air perasan daun yang masih segar berguna sebagai obat tetes untuk sakit telinga atau sebagai antiseptik pada waktu memotong tali pusar bayi.Daun yang masih segar, setelah diolesi minyak kelapa dan dipanaskan di atas api, dapat dipakai untuk bobok bisul agar lekas pecah. Daun jawer kotok mengandung minyak atsiri sampai 0,025 %.Minyak tersebut mengandung thymol, karvakrol, eugenol, metileugenol dan etilsalisilat.
Manfaat Cola Sebagai Tonik
Tumbuhan ini terkenal karena bijinya berguna sebagai bahan untuk pembuatan minuman penyegar.Selain itu juga untuk bahan obat obatan.Tempat asalnya ialah Afrika Tropik barat.Sekarang banyak ditanam di negara negara tropik lainnya, termasuk di Indonesia. Di Indonesia pernah dibudidayakan untuk bijinya.Daun kola hanya di tanam di perkebunan perkebunan coklat sebagai tanaman pelindung atau tanaman pagar penahan angin.Jenis tumbuhan ini termasuk suku kelumpang kelumpangan dan dikenal sebagai Cola Nitida.Terdapat beberapa varietas yang berbeda satu sama lain dari warna bijinya, yaitu putih, merah muda atau jingga. Kola berbentuk pohon yang tingginya mencapai 15 m.Daunnya berupa daun tunggal, mengkilap berbentuk bundar memanjang.Biasanya mengumpul pada ujung ujung cabang dan tangkai.Tumbuhan ini mudah diperbanyak dengan biji atau dengan setek ranting muda dari pucuk atau samping, yang terlebih dahulu harus disemaikan pada pasir kasar.Setelah berumur 5-6 tahun pohon akan menghasilkan buah. Bijinya yang masih segar bila dikunyah atau digunakan sebagai minuman dapat menjadi perangsang dan penguat syaraf.Selain digunakan langsung, biji kola juga banyak di gunakan sebagai salah satu bahan utama untuk campuran obat stimulan dan tonik.Biji yang sudah kering khasiatnya akan berkurang dibandingkan dengan biji yang masih segar. Biji kola mengandung kaffein sebagai zat aktifnya.Disamping itu juga mengandung d-katechin, yang berubah jadi tanin bila biji dikeringkan; protein, pati dan sedikit lemak, betain dan enzim.
Harimau Sumatera
Sumatera adalah satu-satunya tempat dimana populasi harimau Sumatera dapat ditemukan di alam. Saat ini kurang dari 400 ekor saja yang diperkirakan bertahan hidup di alam bebas.. Harimau Sumatera adalah sub spesies berukuran tubuh terkecil dari jenis harimau dan masih ditemukan tersebar di hutan-hutan Sumatera. Meskipun demikian, habitat utama Harimau Sumatera saat ini terus menerus dikonversi untuk berbagai peruntukan,khususnya menjadi perkebunan, dan pemukiman penduduk. Sementara ancaman akibat aktivitas pembalakan liar dan perburuan juga sangat tinggi. Temuan: Dalam upaya untuk lebih memahami dan melindungi populasi harimau yang ada di dunia, WWF, WCS, STF dan Smithsonian National Zoological Park pada tahun 2006 ini berhasil menganalisis dan membuat skala prioritas untuk habitat harimau di Sumatera. Habitat harimau di Sumatera dikategorikan menjadi 12 lansekap pelestarian harimau atau “tiger conservation landscapes” (TCLs), dimana dua diantaranya diidentifikasi sebagai prioritas bagi konservasi harimau di dunia. Kerinci Seblat adalah salah satu prioritas global konservasi harimau, dengan luas habitat sekitar 19.653 km2 yang mencakup hutan tropis and sub-tropis lembab (moist broadleaf) dan hutan konifer tropis and subtropis. Prioritas global lainnya adalah Bukit Tigapuluh, yang mencakup sekitar 5.417 km2 habitat Harimau Sumatera. Kedua lokasi ini diklasifikasikan sebagai prioritas global karena menawarkan harapan bagi pelestarian jangka panjang Harimau Sumatera, yaitu dengan ditemukannya populasi yang terus berkembang serta didukung species satwa mangsa yang mencukupi. Kedua lokasi ini juga memiliki areal habitat yang mencukupi, serta relatif sedikit atau kurang mendapatkan ancaman. Selain itu, indikator-indikator pelestarian, baik di tingkat lokal dan nasional, juga telah terbentuk guna memastikan berlangsungnya konservasi jangka panjang bagi Harimau Sumatera. 12 Tiger Conservation Landscapes di Sumatera: Dua belas (12) lansekap pelestarian harimau atau “tiger conservation landscapes” (TCL s) yang masih menawarkan substansial habitat untuk menyelamatkan populasi Harimau Sumatera adalah: Tesso Nilo, Bukit Barisan Selatan, Bukit Tigapuluh, Kerinci Seblat, Kuala Kerumutan, Bukit Balai Rejang-Selatan, Bukit Rimbang Baling, Rimbo Panti-Batang Timur, Rimbo Panti-Batang Barat, Leuser, Berbak and Sibolga. Di Sumatera, WWF, WCS dan mitra LSM lainnya akan memfokuskan waktu dan sumberdaya yang dimiliki untuk: menyelamatkan harimau dari aktivitas perburuan; menyelamatkan habitat harimau dari konversi; memperluas kawasan lindung yang ada demi tersedianya wilayah jelajah yang lebih luas bagi harimau; menghubungkan habitat-habitat didalam lansekap melalui koridor satwa; dan melakukan pendekatan kepada perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah jelajah harimau guna mengintegrasikan kebijakankebijakan konservasi harimau dalam operasionalnya. Sebagian besar dari habitat Harimau Sumatera terkonsentrasi di daerah perbukitan di Sumatera, dimana mayoritas kawasan konservasi berada. Meskipun demikian, kawasan konservasi tidak serta merta kebal terhadap ancaman kerusakan, Bukit Barisan Selatan (wilayah paling selatan TCL) misalnya, meskipun statusnya telah dilindungi sebagai taman nasional namun masih mengalami kerusakan yang cukup tinggi. Dari semua negara yang memiliki lansekap pelestarian harimau, Indonesia, dalam hal ini Sumatra adalah satu-satunya lokasi dimana harimau, gajah, dan badak berada dalam lansekap yang sama. Kesemua species ini terancam oleh kerusakan habitat dan perburuan. Oleh karena itu, sumberdaya yang dikeluarkan untuk mendukung pelestarian habitat harimau di Sumatera, tidak hanya akan menyelamatkan harimau, tetapi juga species satwa dilindungi lainnya. WWF dan mitra LSM lainnya telah membuat beberapa capaian di Sumatera bagian tengah. Pada tahun 2005, WWF berhasil melobi perusahaan pemilik konsesi dan pemerintah untuk menetapkan status taman nasional pada salah satu lansekap, Tesso Nilo—salah satu blok hutan hujan tropis dataran rendah yang menjadi habitat harimau di Sumatera. Berangkat dari keberhasilan ini, WWF berusaha untuk melobi pemerintah dan perusahaan agar berkomitmen terhadap perlindungan kawasan disekitar Tesso Nilo sehingga harimau bisa men dapatkan wilayah jelajah yang aman didalam dan diluar taman nasional. Analisis TCL mengindikasikan bahwa lansekap-lansekap pelestarian harimau cenderung mengelompok, sehingga ada potensi terbantuknya lansekap yang lebih besar jika habitat satwa dapat di hubungkan kembali dengan koridor satwa. WCS Indonesia Program (WCSIP) merupakan salah satu organisasi yang mengawali upaya konservasi harimau Sumatera di Sumatera secara komprehensif dan berkesinambungan. WCSIP mengawali kegiatan konservasi harimau Sumatera di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) pada tahun 1998, dan terus memperkuat usahanya dalam konservasi satwa langka ini melalui berbagai kegiatan lanjutan, seperti pembentukan Unit Perlindungan Harimau (TPU) yang beroperasi di tingkat lokal, dan Unit Anti Kejahatan Satwa Liar (WCU) yang beroperasi di tingkat regional. Visi WCSIP adalah melindungi satwa-satwa kunci, seperti harimau Sumatera, pada tingkat lansekap. Untuk mencapai visi tersebut, WC-SIP juga bekerja sama dengan para pemangku untuk mengidentifikasi dan memantau spesies kunci dan habitatnya, pemetaan perencanaan tata guna lahan, pelatihan konservasi dan penyadartahuan masyarakat, serta publikasi berbagai isu konservasi terkait harimau Sumatera, baik di tingkat nasional maupun internasional. Untuk penyelamatan harimau Sumatera, laporan ini menekankan pentingnya pemerintah Indonesia untuk: · mencegah aktivitas konversi hutan pada seluruh habitat harimau yang tersisa · melakukan upaya penegakan hukum dan memberikan hukuman yang signifikan kepada pelaku perburuan dan perdagangan satwa liar termasuk Harimau Sumatera · mendukung upaya mitigasi konflik harimau dan manusia LSM yang bekerja untuk pelestarian Harimau Sumatera di Indonesia termasuk diantaranya WARSI, Jikalahari, Kanopi, Yayasan Leuser Indonesia, Conservation International, Critical Ecosystem Partnership Fund, Save the Tiger Fund, Sumatera Tiger Conservation Project, & Flora Fauna International.
Ganggang Siap Gantikan Energi Fosil
INDONESIA diwarisi kekayaan keanekaragaman hayati. Satu-satunya negara di dunia yang bisa mengalahkan hanya Brasil dengan kawasan Amazonnya. Dengan kekayaan itu, banyak flora yang berpotensi dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat manusia.Kekayaan flora yang bersemayam di Tanah Air di antaranya aneka ganggang mikro atau mikroalga. Ganggang mikro yang dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia bukanlah barang baru. Selama ini ganggang mikro telah dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetik dan farmasi.
Baru-baru ini, peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) telah memanfaatkan ganggang mikro sebagai sumber energi terbarukan (renewable energy). Pemanfaatan ganggang mikro itu disampaikan pada seminar bertajuk The Next Prospective Environment Biofuel Feedstock di IPB International Convention Center (ICC), Botany Square, Bogor, kemarin.
Peneliti Surfactant and Bioenergy Research Center (SBRC) IPB Mujizat Kawaroe mengatakan terdapat empat kelompok mikroalga atau ganggang mikro. Keempat kelompok ganggang mikro itu adalah diatom (Bacillariophyceae), ganggang hijau (Chlorophyceae), ganggang emas (Chrysophyceae), dan ganggang biru (Cyanophyceae).
Keempat kelompok ganggang itu bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku bioenergi. Dengan begitu, bila telah diproduksi massal, ganggang mikro bisa mengurangi ketergantungan masyarakat pada bahan bakar fosil. Yang menggembirakan, ternyata Indonesia dianugerahi ratusan ganggang mikro.
"SBRC IPB telah melakukan penelitian kandungan senyawa bioaktif mikroalga yang ideal sebagai bahan baku biofuel," kata Mujizat. Beberapa di antaranya Chlorella dan Dunaliella.
Ganggang mikro Chlorella ternyata mengandung 14%-22% lemak dan 17% karbohidrat. Ganggang Dunaliella mengandung 6% lemak dan 32% karbohidrat.
Mujizat menjelaskan ganggang mikro atau fitoplankton sangat mudah dikembangkan karena makanan utama ganggang mikro adalah karbon dioksida. Tak mengherankan jika budi daya ganggang mikro sangat mudah. Ganggang mikro hanya membutuhkan 7-10 hari masa tumbuh. Setelah itu, ganggang mikro sudah bisa dipetik hasilnya.
"Kegiatan kultivasi tumbuhan produsen primer itu menghemat ruang (save space), memiliki efisiensi dan efektivitas tinggi. Panen mikroalga minimal 30 kali lebih banyak dibandingkan tumbuhan darat," papar Mujizat.
Untuk mendapatkan 1 liter bioenergi dibutuhkan 5 ton mikroalga. Untuk lebih meyakinkan, IPB telah membandingkan produksi bioenergi per luas wilayah kultivasi. Terungkap bahwa mikroalga A setiap hektare menghasilkan 136.900 liter bioenergi dan mikroalga B per hektare menghasilkan 58.700 liter bioenergi. Sementara itu, tanaman kelapa sawit setiap hektare menghasilkan 5.960 liter, kelapa 2.689 liter, jarak pagar 1.892 liter, kedelai 44 liter, dan jagung menghasilkan 172 liter.
Direktur Utama PT Diatoms Cell Bioenergy Dudy Christian menilai secara ekonomi, pengembangan bioenergi mikroalga sangat prospektif. "Apalagi kondisi iklim tropis Indonesia dengan cahaya matahari sepanjang tahun sangat sesuai untuk kehidupan mikroalga. Mikroalga sangat prospektif dikembangkan di Indonesia."
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB Prof Dr Yonny Koesmaryono menambahkan, dua pertiga luas wilayah Indonesia terdiri dari perairan. "Pengembangan biofuel dari mikroalga sangat cocok untuk Indonesia yang perairannya lebih luas daripada daratan," paparnya.
Manfaat Mengkudu
Mengkudu merupakan tumbuhan asli Indonesia.Karena kegunaannya sebagai zat warna dan sebagai tumbuhan obat, tumbuhan ini kemudian tersebar sampai ke India dan kepulauan Pasifik.Di Jawa tumbuhan ini dikenal dengan nama pace.Dalam ilmu tumbuh tumbuhan, mengkudu dikenal dengan nama Morinda Citrifolia, suatu jenis dari suku kopi kopian. Mengkudu berbentuk pohon yang tingginya sampai 8 m.Berbatang pendek yang bercabang banyak.Daunnya tersusun berhadapan, bertangkai pendek, lebar, tebal dan mengkilap. Mengkudu tersebar luas di Indonesia, terutama banyak dijumpai di dataran rendah sampai ketinggian 500 m di atas permukaan laut.Tumbuh liar di daerah pantai, di hutan hutan dan di ladang ladang.Disamping itu sering ditanam di halaman halaman rumah sebagai tumbuhan sayuran atau tumbuhan obat. Mengkudu terkenal sebagai tumbuhan obat karena buah, daun maupun akarnya dapat digunakan untuk bahan obat.Buahnya dimanfaatkan untuk peluruh air seni dan untuk menurunkan tekanan darah tinggi.Daunnya dapat digunakan untuk obat sakit perut seperti mulas dan kolik serta sebagai pencahar.Akarnya berguna sebagai obat peluruh air seni dan pencahar.Tumbuhan ini mengandung senyawa morindon dan senyawa senyawa antrakinon lainnya.Morindon adalah zat warna merah yang banyak terdapat pada akarnya.Zat ini dapat digunakan sebagai pewarna serat dan batik.
Manfaat Teh Hijau Bagi Kesehatan

Kalau kita memperhatikan, produsen minuman ringan sekarang banyak memproduksi produk minuman teh khususnya teh hijau. Nggak cuman di Indonesia tapi di luar negeri juga. Teh hijau pun sudah terkenal sejak zaman dulu lho... dan ternyata teh hijau ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan pemulihan diri dari penyakit.Ribuan penelitian telah mengungkapkan, teh hijau adalah minuman alami yang menyehatkan dan kaya akan kandungan antioksidan, yang berguna untuk melawan radikal bebas. Manfaatnya pun mulai dari memelihara kesehatan jantung, awet muda sampai menekan risiko kanker.
1. Meningkatkan kerja antibiotik
Teh hijau adalah salah satu jenis minuman favorit bagi warga Mesir. Bahkan tak tanggung-tanggung, orang Mesir sering meminum teh hijau bersama obat-obatan seperti antibiotik. Peneliti di Mesir pun tertarik melihat apakah teh hijau dapat menurunkan, meningkatkan, atau sama sekali tak memengaruhi kinerja antibiotik. Berdasarkan temuan dari studi para ahli di Mesir, teh hijau ternyata juga memiliki pengaruh positif bagi antibiotik. Para peneliti dari Universitas Alexandria, Mesir, menyimpulkan bahwa teh hijau mampu meningkatkan keampuhan antibiotik dalam membunuh bakteri resisten hingga 3 kali lipatnya, bahkan kuman super-duper berbahaya sekalipun.
2.Membantu melihara kesehatan jantung
Sebuah penelitian baru yang Dipimpin oleh Dr. Nikolaos Alexopoulos dari Athens Medical School di Yunani, sejumlah peneliti menemukan bahwa teh hijau, yang lebih populer di budaya Timur, dapat menyehatkan jantung. Penelitian yang dilakukan terhadap 14 orang dengan meminum teh hijau secara teratur, menunjukkan pembesaran pembuluh nadi pada hati mereka 30 menit lebih lama daripada mereka yang minum kopi atau air panas. Ini karena, para ahli berspekulasi, teh hijau bekerja di dalam saluran pembuluh darah, membantu sel-sel mengeluarkan zat-za t yang dibutuhkan untuk menenangkan pembuluh nadi dan membuat aliran darah lebih lancar serta dapat melindungi pembuluh nadi dengan menjaga mereka tetap seimbang dan rileks dan hal ini dapat menahan perubahan naik-turun pada tekanan darah. Teh hijau mengandung flavonoids yang bekerja sebagai antioksidan dan membantu mencegah pembengkakan pada jaringan tubuh. Zat-zat ini juga mencegah terjadinya pembentukkan gumpalan darah, yang menjadi penyebab utama serangan jantung. Bukankah teh hijau dan teh lainnya mengandung kafein yang katanya berbahaya bagi jantung? Ternyata efek pembesaran jaringan tubuh yang bisa menyebabkan gumpalan darah dan memicu serangan jantung tidak disebabkan oleh kafein yang juga terdapat pada teh. Peneliti tersebut juga membandingkan besar pembuluh nadi pada orang yang minum teh hijau dengan mereka yang minum minuman berkafein dan tidak menemukan adanya perubahan pembesaran pembuluh darah pada orang yang minum minuman berkafein.Lebih mengejutkan lagi, efek yang menguntungkan ini dapat bertahan lama dan bersifat akumulatif. Ketika para peneliti mengukur besarnya pembuluh nadi orang yang minum teh hijau setiap hari selama dua minggu, mereka menemukan pembuluh nadi lebih besar. Jadi teh hijau baik untuk diet jantung yang sehat.
3. Membantu sebagai penghancur lemak alami
Menurut dr. Phaidon Toruan, dalam bukunya Fat-Loss Not Weight-Loss, teh hijau akan membantu meningkatkan pembakaran lemak, dalam arti membantu meningkatkan metabolisme trigliserida (misalnya lemak yang tebal di bawah kulit) untuk diubah menjadi asam lemak. Agar fungsi teh hijau sebagai fat burner lebih optimal, Phaidon menyarankan agar teh hijau diminum sebelum latihan atau olah raga. Kapasitas antioksidan teh hijau sangatlah kuat sehingga bisa memberi efek proteksi terhadap dinding sel otot. Selain itu, lanjut Phaidon, jika diminum sebelum menyantap makanan, teh hijau akan membantu menahan asupan lemak. Memang kalau kita tidak terbiasa meminum teh hijau, pertama kali yang kita rasakan pasti pahit. Tapi sekarang sudah banyak minuman teh hijau kemasan yang rasanya bervariatif. Namun, minuman kemasan tersebut juga mengandung gula dan bahan pengawet. Jadi ada baiknya meminum teh hijau dari daun teh hijaunya sendiri. Banyak kok teh hijau yang dikemas dalam bentuk teh celup sehingga lebih efisien dan mudah membuatnya.

