Tumbuhan ini terkenal karena bijinya berguna sebagai bahan untuk pembuatan minuman penyegar.Selain itu juga untuk bahan obat obatan.Tempat asalnya ialah Afrika Tropik barat.Sekarang banyak ditanam di negara negara tropik lainnya, termasuk di Indonesia. Di Indonesia pernah dibudidayakan untuk bijinya.Daun kola hanya di tanam di perkebunan perkebunan coklat sebagai tanaman pelindung atau tanaman pagar penahan angin.Jenis tumbuhan ini termasuk suku kelumpang kelumpangan dan dikenal sebagai Cola Nitida.Terdapat beberapa varietas yang berbeda satu sama lain dari warna bijinya, yaitu putih, merah muda atau jingga. Kola berbentuk pohon yang tingginya mencapai 15 m.Daunnya berupa daun tunggal, mengkilap berbentuk bundar memanjang.Biasanya mengumpul pada ujung ujung cabang dan tangkai.Tumbuhan ini mudah diperbanyak dengan biji atau dengan setek ranting muda dari pucuk atau samping, yang terlebih dahulu harus disemaikan pada pasir kasar.Setelah berumur 5-6 tahun pohon akan menghasilkan buah. Bijinya yang masih segar bila dikunyah atau digunakan sebagai minuman dapat menjadi perangsang dan penguat syaraf.Selain digunakan langsung, biji kola juga banyak di gunakan sebagai salah satu bahan utama untuk campuran obat stimulan dan tonik.Biji yang sudah kering khasiatnya akan berkurang dibandingkan dengan biji yang masih segar. Biji kola mengandung kaffein sebagai zat aktifnya.Disamping itu juga mengandung d-katechin, yang berubah jadi tanin bila biji dikeringkan; protein, pati dan sedikit lemak, betain dan enzim.
Saturday, October 25, 2008
Manfaat Cola Sebagai Tonik
Tumbuhan ini terkenal karena bijinya berguna sebagai bahan untuk pembuatan minuman penyegar.Selain itu juga untuk bahan obat obatan.Tempat asalnya ialah Afrika Tropik barat.Sekarang banyak ditanam di negara negara tropik lainnya, termasuk di Indonesia. Di Indonesia pernah dibudidayakan untuk bijinya.Daun kola hanya di tanam di perkebunan perkebunan coklat sebagai tanaman pelindung atau tanaman pagar penahan angin.Jenis tumbuhan ini termasuk suku kelumpang kelumpangan dan dikenal sebagai Cola Nitida.Terdapat beberapa varietas yang berbeda satu sama lain dari warna bijinya, yaitu putih, merah muda atau jingga. Kola berbentuk pohon yang tingginya mencapai 15 m.Daunnya berupa daun tunggal, mengkilap berbentuk bundar memanjang.Biasanya mengumpul pada ujung ujung cabang dan tangkai.Tumbuhan ini mudah diperbanyak dengan biji atau dengan setek ranting muda dari pucuk atau samping, yang terlebih dahulu harus disemaikan pada pasir kasar.Setelah berumur 5-6 tahun pohon akan menghasilkan buah. Bijinya yang masih segar bila dikunyah atau digunakan sebagai minuman dapat menjadi perangsang dan penguat syaraf.Selain digunakan langsung, biji kola juga banyak di gunakan sebagai salah satu bahan utama untuk campuran obat stimulan dan tonik.Biji yang sudah kering khasiatnya akan berkurang dibandingkan dengan biji yang masih segar. Biji kola mengandung kaffein sebagai zat aktifnya.Disamping itu juga mengandung d-katechin, yang berubah jadi tanin bila biji dikeringkan; protein, pati dan sedikit lemak, betain dan enzim.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment